1.
Merkantilisme adalah suatu aliran/filsafat ekonomi yang
tumbuh dan berkembang dengan pesat pada abad ke 16 sampai abad ke 18 di
Eropa Barat.
ide pokok kelompok merkantilis ini adalah sebagai berikut:
a. Suatu negara akan makmur dan kuat bila ekspor
lebih besar dari impor
b. Surplus yang diperoleh dari selisih ekspor dan
impor (ekspor netto) yang positif akan dibayar dengan logam mulia
(emas dan perak). Dengan demikian semakin besar ekspor netto maka akan
semakin banyak logam mulia yang diperoleh dari luar negeri.
c. Pada waktu itu logam mulia digunakan sebagai alat pemba-yaran,sehingga negara yang memiliki logam mulia
yang banyak akan menjadi makmur dan kuat.
d. Logam
mulia yang banyak tersebut dapat
digunakan untuk membiayai armada perang guna memperluas
perdagangan luar negeri dan penyebaran agama
e. Penggunaan kekuatan armada perang untuk memperluas per-dagangan luar negeri diikuti dengan kolonisasi
diAmerika Latin, Afrika dan Asia
Kapitalisme merupakan cara produksi, secara luas dapat
dijelaskan bahwa kapitalisme sebagai: ”Suatu cara perekonomian yang berhubungan
dengan produksi-produksi apa saja yang dapat diselenggarakan dalam suatu
perusahaan”. Kapitalisme juga merupakan sistem ekonomi yang filsafat sosial dan
politiknya didasarkan kepada asas perkembangan hak milik pribadi dan
pemeliharaannya serta perluasaan paham kebebasan. Tetapi sistem ini telah
melahirkan banyak malapetaka didunia, akan tetapi ia terus melakukan
tekanan-tekanannya dan campur tangan politis, sosial, dan kultur terhadap
bangsa-bangsa didunia.
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang
meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan
sebesar-besarnya. Demi
prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna
keuntungan bersama. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah
sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu
pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu
maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat
memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang
modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke
barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus
mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan
juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.
Komunisme adalah suatu sistem perekonomian di mana peran pemerintah sebagai pengatur
seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan
memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh
pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki
oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan. Namun tujuan
sistem komunis tersebut belum pernah sampai ke tahap yang maju, sehingga banyak
negara yang meninggalkan sistem komunisme tersebut.
Sistem
perekonomian komunisme, kita dapati pada berbagai negara seperti di Rusia dan
RRC. Dalam sistem perekonomian komunis peranan pasar untuk menentukan arah
produksi hampir tidak ada.
Dalam
sistem perekonomian komunis negaralah yang menerangkan atau menetapkan pada
orang-orang perseorangan:
a.
Dimana
harus bekerja
b.
Pekerjaan
apa yang harus dipilih
c.
Apa
yang harus dimakan
d.
Apa
yang harus dihasilkan
e.
Berapa
tinggi harga harus di tetapkan
Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar
kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur
tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata
kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai
hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik,
telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.
Dalam sistem ekonomi sosialisme atau sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.
Dalam sistem ekonomi sosialisme atau sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.
Ciri – ciri sistem ekonomi sosialis adalah:
a. Semua alat dan sumber produksi dimiliki negara atau
masyarakat secara kolektif
b. Pemerintah melakukan perencanaan terpusat
menyangkut kegiatan ekonomi masyarakat
c. Perencanaan terpusat merupakan pengendali atau
pengatur perekonomian negara menggantikan mekanisme pasar dalam sistem ekonomi
liberal
Fasisme adalah sistem ekonomi yang sering dikaitkan dengan jerman dimasa kekuasaan
hitler, italia dimasa kekuasaan Mussolini dan pemerintahan militer jepang,
sebelum berakhirnya perang dunia yang silam. Dewasa ini, pemerintahan fasis
masi ada. Sistem ekonomi ini cenderung dikaitkan dengan kekuasaan politik yang
kekuasaannya dipusatkan pada kediktatoran, atau setidak-tidaknya pada
kediktatoran partai. Industri besar mendukung berbagai tujuan negara.
Dibawah kondisi yang demikian itu fungsi mekanisme pasar yang tradisional
tidak berjalan karna satu atau beberapa perusahaan menyusupkan kekuasaan
monopoli yang amat besar. Tentu saja ada pemilihan secara pribadi, akan tetapi
dengan pembatasan yang amat ketat terhadap kebebasan pribadi yang dipaksakan
oleh pimpinan negara, pilihan-pilihan yang terbuka bagi perusahaan swasta tentu
saja terbatas.
Demokrasi Ekonomi, Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi
Pancasila, yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi maka dikenal juga
dengan Sistem Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Ekonomi berarti bahwa kegiatan
ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah
hasil pemilihan rakyat.
Dalam pembangunan ekonomi masyarakat berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap war ga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Negara sangat mengakui setiap upaya dan usaha warga negaranya dalam membangun perekonomian.
Dalam pembangunan ekonomi masyarakat berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap war ga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Negara sangat mengakui setiap upaya dan usaha warga negaranya dalam membangun perekonomian.
2. Bisnis yang berorientasi keuntungan adalah bisnis
yang didirikan semata-mata bertujuan memperoleh keuntungan untuk meningkatkan kesejahteraan pemilik, karyawan serta untuk
mengembangkan usaha lebih lanjut, pada dasarnya dimiliki oleh pihak swasta
(perseorangan, persekutuan, maupun perseroan. Contohnya perusahaan rokok,
perusahaan elektronik, dan sejenisnya.
Bisnis
yang tidak berorientasi keuntungan adalah bisnis yang didirikan dengan tujuan kepentingan
sosial, meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya dan meningkatkan
kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem
sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah,
masyarakat umum, atau serikat pekerja sehingga dalam bisnis koperatif tidak
mengambil keuntungan, contohnya yayasan panti jompo, yayasan penyandang cacat,
yayasan yatim piatu, dan koperasi.
3.
Pandangan
masyarakat zaman dahulu tentang profesi bisnis tidak terlalu kritis karena pada
zaman dulu kegiatan ekonomi tidak seluas pada masa kini, jadi masyarakat zaman
dahulu cenderung tidak perduli dengan profesi bisnis, yang mereka tahu hanyalah
bagaimana cara memenuhi kebutuhan mereka tanpa memiliki stategi khusus dan
pengetahuan yang luas tentang bisnis disekitar mereka.
Pada
masa sekarang perkembangan dunia bisnis saat ini khususnya diindonesia
yang sedang membangun ekonomi bangsanya
yang tampak telah memasuki era tinggal landas sehingga mendorong kita untuk
mempelajari secara lebih mendalam tentang bisnis dan kegiatanya, apalagi
tentang perkembangan ekonomi yang sudah mendunia memaksa masyarakat indonesia
untuk berpikir kritis tehadap profesi bisnis.
No comments:
Post a Comment